Setelah mengalami cedera yang mengganggu musim pertamanya sebagai juara Olimpiade, fokus Keely Hodgkinson pada 2026 adalah satu hal: dominasinya. Atlet berusia 24 tahun ini berhasil meraih gelar dunia dalam lomba 800 meter dengan catatan waktu yang memecahkan rekor kejuaraan, pada malam bersejarah bagi Inggris di Polandia.
Kesuksesan tersebut datang sebulan setelah Hodgkinson memecahkan rekor dunia 800 meter indoor putri yang sudah bertahan lama, yang sebelumnya dipegang oleh Jolanda Ceplak dari Slovenia, yang ditetapkan pada hari kelahirannya di tahun 2002.
Perjuangan dan Kebangkitan
Cedera hamstring yang serius menghambatnya untuk menyerang rekor tersebut setahun yang lalu, memaksanya menunggu selama 376 hari untuk kembali berlaga setelah momen bersejarahnya di Paris 2024. Namun, Hodgkinson, yang dijuluki ‘Keely 2.0’ oleh rekan-rekan pelatihnya setelah perjuangan dan pemulihan yang luar biasa di gym, sudah mulai mengejar ketertinggalan.
“Kata kunci saya tahun ini adalah dominasi,” ujar Hodgkinson kepada BBC Sport. “Ketika saya berada dalam bentuk terbaik, mengapa harus membiarkannya menjadi kebetulan? Jika Anda ingin mengalahkan saya, Anda harus berjuang keras untuk itu.”
Rekor dan Sejarah Baru
Hodgkinson mencetak sejarah dengan menjadi juara dunia 800 meter wanita pertama Inggris, baik di dalam maupun luar ruangan, dengan waktu 1 menit 55,30 detik, lebih dari satu detik di depan para pesaingnya. Kemenangan ini mengakhiri 28 menit sukses bagi tim Inggris setelah atlet rekannya, Georgia Hunter Bell, dan pemanjat tiang, Molly Caudery, juga meraih medali emas di hari yang luar biasa tersebut.
Setelah kemenangan Josh Kerr di 3.000 meter pada hari Sabtu, hal ini memastikan bahwa tim Inggris mencatatkan Kejuaraan Dunia Indoor paling sukses sepanjang masa, melampaui tiga medali emas yang diraih pada 1999.
Usaha Terakhir di Relai 4x400m
Hodgkinson kembali muncul di trek kurang dari satu jam setelah meraih medali emas untuk berpartisipasi dalam perlombaan estafet 4×400 meter putri di akhir hari terakhir kompetisi di Torun. Meskipun melakukan upaya terbaiknya dan mencatatkan waktu tercepat dengan split 50,10 detik, ia tidak dapat mengejar defisit yang cukup besar di leg terakhirnya.
Dampak bagi Atletik Inggris dan Indonesia
Kemenangan Keely Hodgkinson tidak hanya membawa kebanggaan bagi Inggris tetapi juga dapat menginspirasi para atlet di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Prestasi ini menunjukkan bahwa dengan kerja keras dan ketekunan, mimpi untuk menjadi juara dunia dapat tercapai. Atlet Indonesia dapat belajar dari perjuangan dan kebangkitan Hodgkinson untuk menghadapi tantangan dalam karir mereka.
Kesimpulan
Dari perjalanan yang penuh perjuangan hingga meraih gelar dunia, Keely Hodgkinson telah membuktikan bahwa dia adalah kekuatan yang harus diperhitungkan di pentas atletik global. Keberhasilan ini tidak hanya menandai tonggak baru dalam kariernya, tetapi juga memberikan harapan dan inspirasi bagi generasi atlet masa depan.