China Siapkan Aturan Keamanan untuk Kendaraan Otonom

aturan keamanan kendaraan otonom di China

BEIJING: China telah merumuskan aturan baru untuk meningkatkan otonom yang semakin banyak beroperasi di jalanan, termasuk keharusan adanya sistem override deaktifasi, ujar pemerintah pada Selasa (4 Agustus).

Standar yang akan mulai berlaku pada 1 Juli 2027 ini mencakup yang memerlukan pengemudi cadangan manusia serta kendaraan yang beroperasi secara independen, seperti robotaxi yang diproduksi oleh produsen AS, Waymo.

Menurut pernyataan dari Kementerian Industri dan Informasi China, para produsen harus memastikan bahwa sistem otonom yang mereka kembangkan dapat menjamin tingkat keamanan yang setara dengan pengemudi manusia.

Pembeli kendaraan juga diwajibkan untuk mendapatkan informasi mengenai batasan-batasan yang ada pada sistem otonom tersebut. Aturan ini bertujuan untuk menstandarkan interaksi antara manusia dan mesin guna “mencegah risiko penyalahgunaan atau penyalahgunaan”.

Selain itu, kendaraan otonom harus dilengkapi dengan prosedur yang aman untuk mengaktifkan dan menonaktifkan mode berkendara otomatis. Untuk mobil yang memiliki pengemudi cadangan, sistem otonom wajib memantau kesiapan mereka untuk mengambil alih kendali jika diperlukan.

Pemanasan isu keselamatan dan biaya pengembangan sistem yang lebih canggih telah memperumit kemajuan dalam pengenalan kendaraan otonom di China. Beijing telah memperingatkan produsen mobil terkemuka bahwa aturan keselamatan akan diterapkan secara lebih ketat setelah terjadinya kecelakaan fatal pada 2025 yang melibatkan mobil Xiaomi dalam mode pengemudian asistif.

Aturan baru ini mengikuti adopsi regulasi global pertama untuk kendaraan otonom secara penuh oleh sebuah lembaga PBB pada bulan Juni, yang juga didukung oleh China. Dengan adanya perkembangan ini, diharapkan di China dapat lebih aman dan bertanggung jawab dalam pengembangan teknologi kendaraan otonom, yang menjadi penting mengingat pertumbuhan cepat sektor ini di negara tersebut. Ini juga memberikan pelajaran bagi industri otomotif di negara lain, termasuk Indonesia, yang tengah mempertimbangkan penerapan teknologi serupa di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *